Buletin INTING (Informasi Penting)
Waktu akan menghakimi orang yang akan mengisinya
Ada 2 nikmat yang kadang lupa oleh manusia yaitu nikmat sehat dan waktu luang
jadi, klo pengen sukses itu kita harus bisa mengahrgai waktu dan mengisinya dengan ilmu yang bermanfaat bagi diri kita, keluarga, bangsa dan agama tentunya
DEMI MASA
“Barang siapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan”
DEMI MASA
By : Raihan
Demi masa… sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal shaleh
…a…a…a…a…a…a…a…a…a…a…
demi masa… sesungguhnya manusia kerugian
melainkan yang berpesan dalam kebenaran dan kesabarana
…a…a…a…a…a…a…a…a…a…
gunakan kesempatan… yang masih diberi
moga kita takkan menyesal
masa usia kita… jangan disiakan
karena ia takkan kembali
ingat lima perkara sebelum lima perkara
sehat sebelum sakit
kaya sebelum miskin
muda sebelum tua
lapang sebelum sempit
hidup sebelum mati…
hidup sebelum mati…
Ini adlah sebuah lagu yang di perkenalkan oleh grup Nasyied Raihan
Disini kita dihadapkan pada sebuah hadits yang artinya adalah isi lagu tersebut kita di anjurkan untuk mengingat dan mempergunakan waktu yang ada untuk beribadah dan mengerjakan apa-apa yang di perintahkan dan apa-apa yang di larang oleh Allah dan Rasulnya.
Waktu adalah momentum untuk berprestasi. DEMI MASA ini adalah sumpah Allah, karena Allah menegaskan bahwa sesungguhnya manusia pasti akan merugi kalau tidak memperhatikan Waktu, kecuali empat golongan yang di sebutkan dalam Surah Al-Ashr ayat 1-3 ; yang artinya : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”
Adapun ke empat golongan ini adalah :
-
orang yang beriman
-
orang yang beramal shalih
-
orang yang menasehati dalam kebenaran
-
orang yang menasehati dalam kesabarn
mengenai hal ini IMAM SYAFI’I rh. Berkata, “Seandainya manusia memahami ayat ini cukuplah agama ini baginya..” maksudnya Surah ini merupakan intisari bahwa hidup adalah kumpulan waktu. Yang tak mampu menggunakan waktu dialah orang yang di jamin bakal rugi, persis orang yang sudah mati. Karena hidupnya seperti mayat yang beku, hidup tak sopan mati bikin bau. Wujuduhu ka-adamihi, keberadaannya seperti tak ada, karena tak ada gunanya. Tak ada yang menganggap dan menghiraukan. Bahkan banyak yang menyesali dan merutuki, mengapa orang seperti itu ko masih hidup, klo dia mati banyak yang bersyukur.
Rasulullah bersabda, “perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat-NYA seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Buhari dari ibnu Abbas)
Orang hidup yang sudah mati inilah yang kini banyak berkeliaran, mendominasi, mempengaruhi dan menebar petaka. Kadang kita pun takut karenanya karena mereka di sekitar kita, kadang menjelma jadi diri kita.Siapa sih yang ingin hidup sekedar pemain figuran, penonton urakan, atau artis murahan tanpa peran jelas karena prinsip dan visi misinya tidak karuan. Berbagai momentum lewat, kesuksesan minggat, bahagia pun mencelat.
Rasulullah saw bersabda, “Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang tertipu dengan keduanya : nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas).
Waktu adalah kunci sukses kita. Jadi bagaimana kita mengoptimalkan waktu, supaya kita dapat melejitkan potensi yang biasa menjadikannya luar biasa. Kuncinya adalah memberdayakan waktu, memberdayakan diri, memberdayakan sarana, menemukan momentum, melahirkan ide segar, kerja dengan benar tuk hasilkan karya yang besar.
Teman-teman sekalian, disini saya mau mengajak kita semua berhitung. Mau ga nih ?Ok. Menurut Nabi, rata-rata umur umatnya sekitar 60 tahun. Waktu kita sama dalam sehari = 24 jam. Cara kita menggunakan waktu kitalah yang membuat kita berbeda.Nah kalau dihitung, masing-masing waktu kita sama : 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam dalam sehari, 7 hari sepekan dan seterusnya, anda hitung sendirilah waktu anda.
Namun kata Imam Al Ghazali, kalau orang umurnya 60 tahun rata-rata dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur 20 tahun. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Dan itulah kebanyakan manusia. Apakah termasuk kita ? Wallahu a’lam bish shawab.
Ada tiga hal yang tak pernah kita dapatkan kembali :
1. kata yang telah di ucapkan
2. waktu yang telah lewat
3. momentum yang di abaikan
Waktu adalah momentum untuk berprestasi.
Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz menyikapi, saat beliau diangkat menjadi khalifah menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik. Dengan niat tulus dan suci, dengan jiwa yang kokoh dan bersih, dengan tekad yang membara, ia pikul kekhalifahan yang ia rindukan itu. Ia mengatakan “Aku akan duduk di sebuah tempat yang tidak ku berikan sedikitpun tempat untuk syaitan”.
Teman-teman sekalian, kita adalah orang biasa, tentu banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan dan sebagainya. Mari kita ubah paradigma, cara pandang kita. Jangan menyalahkan keadaan, tapi buatlah keadaan. Tak usah mempersalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak-anak prestasi tinggi, amal-amal terpuji dalam jiwa pahlawan sejati.
Bicaralah dengan kerja. Hiduplah ceria dengan kreatifitas. Cerdaskan jiwa agar bahagia. Bila orang pesimis berkata “masalah ini mungkin diselesaikan, tapi sulit”, maka optimislah dan katakan, “ masalah ini sulit, tapi mungkin dapat diselesaikan”.Kuncinya kreatifitas adalah berfikir diluar ruang, mendobrak kebekuan untuk mengatasi keadaan.
Nabi Ya’qub AS telah mengajarkan. Ia mengajari anak-anaknya kreatifitas. Beliau berpesan,”janganlah kalian masuk negeri Mesir melalui satu pintu saja, tapi melalui berbagai pintu”. Allah pun mengabadikannya dalam Al Qur’an: Dan Ya’qub berkata : “Hai anak-anakku janganlah kalian bersama-sama masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain…” (Yusuf :67)
Arti kreatif menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sedangkan kreatifitas adalah kemampuan menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang membawa sifat baru atau mengkombinasikan ide maupun metode lama dengan cara baru.Contoh : Misalnya ada sebuah keluarga yang berpenghasilan rendah, menyusun rencana untuk dapat menyekolahkan anak ke perguruan tinggi dengan kerja keras, menabung, mengarahkan anaknya agar giat belajar bisa mendapat bea siswa, mengarahkan keluarganya untuk menambah penghasilan dan menghemat pengeluaran yang tidak perlu adalah termasuk berpikir kreatif dan inovatif.
Jadi….inti kreatifitas dan inovasi adalah yakin dan berusaha menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Mampu melakukan perubahan kearah kemajuan. Meraih prestasi dan terus menjaga serta meningkatkannya.
Ada pepatah Arab mengatakan “Kalau sekedar ingin popular, kencingilah sumur zam-zam”.Popularitas seseorang belum tentu berbanding lurus dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak cara mencari sensasi dengan cara-cara tidak terpuji. Banyak yang bunuh diri karena terpenjara oleh puja-puji. Banyak yang terhina karena hobi obral kata dan janji-janji.
Banyak orang popular mati mengenaskan terpenjara oleh populeritasnya.
Contoh……….Jadi prestasi hakiki bukanlah harta yang melimpah, bukan kedudukan yang tinggi, jabatan yang mentereng, kekuasaan yang besar, atau berbagai atribut duniawi lainnya. Semua itu ujian dan cobaan : maukah kita bersyukur?Bisa jadi prestasi itu tak dikenal orang, tak ada sanjungan, pujian apalagi karangan bunga. Kitapun tidak menyadari itu sebagai prestasi, apabila dilakukan dengan tulus hati.
Contoh : Ada seorang perempuan yang rajin membersihkan masjid. Saat meninggalnya tidak di kabarkan kepada Nabi. Ia tak dianggap karena perempuan biasa tanpa prestasi apa-apa. Tetapi di mata Nabi wanita itu di hargai. Beliau minta di tunjukkan kuburnya, lalu menyolati dan mendoakannya. Prestasinya sederhana tapi luar biasa, rajin dan istiqomah membersihkan masjid.
